English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

MULAI MENPAKI BAKAT DARI SINI

LULUS dari institusi ini

BIOLOGI KAMI DI MULAI DARI SINI

Dengan bimbingan ibu dan bapak guru serta dukungan teman teman

SEKARANG KAMI SEDANG BELAJAR DI SINI

Merupakan langkah kecil untuk memulai sebuah langkah yang besar bagi nusa bangsa dan negara.

Minggu, 08 September 2013

TELOMER

Terlepas dari kemampuan DNA polimerase yang mengagumkan, ada sebagian kecil DNA yang tidak bisa di replikasi atau di perbaiki oleh DNA polimerase. Untuk DNA lurus, misalnya DNA kromosom eukariota, fakta bahwa DNA polimerase hnya dapat menambahkan nukleotida ke ujung 3’ polinukleotida yang sudah ada sebelumnya menyebabakan masalah. Mekanisme replikasi yang biasa tidak mrmberikan cara untuk menyelesaikan ujung ujung 5’ untai DNA anakan. Meskpun fragmen okazaki bisa dimulai dengan primer RNA yang berikatan dengan ujung dari ujung untai cetakan, begitu di buang primer tidak dapat di gantikan oleh DNA karena tidak ada ujung 3’ yang tersedia untuk penambahan nukleotida. Akibatnya putaran demi putaran replikasi yang beruklang ulang menghasilkan molekul molekul DNA yang semakin pendek.

Pemendekan DNA tidak terjadi pada sebagian besar prokarita karena DNA prokariota berbentuk melingkar, sehingga tidak memiliki ujung. Namun apa yang mencegah gen gen eukariota terkikis habis meskipun replikasi DNA terjadi berulang ulang? Ternyata molekul DNA kromosom eukariota  memiliki sekuens nukleotida khusus yang di sebut dengan telomer di bagian ujung. Telomer tidak mengandung gen. Sebagai gantinya, DNA ini memiliki sekuens repetitif pendek. Pada setiap telomer manusia, misalnya sekuens enam nukleotida TTAGG di ulang ulang sebanyak 100 sampai 1000 kali. DNA telomer melindungi gen gen organisme. Selain itu protein spesifik yang terkait dengan DNA telomer  mencegah ujung somplak dari untai anakan mengaktivasi sistem sel untuk mengawasi kerusakan DNA .

Telomer tidak mencegah pemendekan DNA akbat putaran replikasi melainkan hanya menunda pengikisan gen di dekat ujung ujung molekul DNA. Telomer menjadi semakin pendek pada sel sel somatik yang sudah tua dan dalam sel sel kultur yang telah membelah berkali kali. Ilmuwan telah mengajukan  bahwa pemendekan telomer terkait dengan prose penuaan jaringan jaringan tertentu dan bahkan terkait dengan penuaan organisme secara keseluruhan.

Bagaiman dengan sel sel yabg genomnya harus tetap tidak berubah dari organisme keturunanya selam bebrapa geberasi? Jika kromosom dari sel sel nutfah (embrionik) semakin pendek dalam setiap siklus sel, gen gen yang essensial akhirnya akan hilang dari gamet yang di hasilkan. Akan tetapi hal ini tidak terja di. ENZIm telomerase mengkatalisis pemanjangan telomer dalam sel sel nutfah eukariota, sehingga menghasilkan panjang awal dan mengompemsasi pemendekan selam replikasi DNA. Telomerase tidak aktif pada sebagian besar sel somatik manusia, namun aktivitasnya dalam sel nutfah menghasilkan telomer dengan panjang maksimum pada sel zigot.


Pemendekan normal telomer mungkin melindungi organisme dari kanker dengan cara membatasi jumlah pembelahan yang dapat dialami oleh sel somatik. Sel sel dari tumor besarseringkali memilki telomer yang panjangnya tidak biasa sperti yang ada di dalam sel nutfah. Para peneliti telah menemukan aktivitas telomerasedalam sel sel somatik yang telah menjadi kanker. Hal tersen=ut menunjukan bhwa aktivitas enzim tersebut tampaknya menstabilkan pam=njang telomer sehingga sel sel kanker dapat terus membelah.Jika memang telomerase memang faktor penting pada banyak kanker, mungkin telomerase dapat menjadi target yang berguna untuk diagnosis maupun kemoterapi pada kanker. 

Jumat, 06 September 2013

TRANSPOSON

Prokarota maupun eukariota memiliki rentangan DNA yan dapat bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain di dalam suatu genom. Rentangan DNA ini di kenal sebagai unsur transposabel. Selama proses yang di sebut transposisi  unsur trabsposabel berpindahdari

Sekuens Sekuens yang Terkait Dengan Unsur Transposabel




Banyak salinan unsur transposabel dan sekuens sekuens yang berkaitan tersebar di seluruh genom eukariotik. Satu satuan tunggal bisa memiliki panjang ratusan sampai ribuan pasang basa, dan salinan salinan yang tersebar tampak mirip namun biasanya tidak identik satu sama lain. Sebagian di antaranya merupakan unsur transposabel yang bisa berpindah. Enzim enzim yang di butuhkan untuk perpindahan ini mungkin  di kodekan oleh unsur transposabel apa saja, termasuk yang berpindah. Yang lain adalah sekuens yang terkait yang telah kehilangan kemampuan berpindah. Unsur transposabel dan sekuens terkait menyusun 25%-50% dari sebagian besar genom mamalia, dan presentase yang lebih besar lagi terdapat pada amfibia dan banyak tumbuhan.
Pada manusia dan primata lain sebagian besar DNA terkait unsur transposabel terdiri atas famili sekuens serupa yang di sebut unsur Alu . Sekuens sekuens ini saja menyusun sekitar 10% genom manusia. Unsur unsur Alu panjangnya sekitar 300 nukleotida, jauh lebih pendek daripada unsur transposabel fugsional, dan tidak mengodekan protein apapun. Akan tetapi banyak unsur Alu yang di transkripsikan menjadi RNA, yang fungsi selularnya jika ada belum di ketahui sampai saat ini. Presentase yang lebih besar lagi (17%) dari genom manusia tersusun atas sejenis retrotransposon yang di sebut LINE-1 atu L1. Sekuens sekuens ini lebih panjang daripada unsur alu sekitar 6.500 pasang basa dan memiliki laju transposisi yang rendah. Penelitian terbaru telah mengungkapakan keberadaan sekuens sekuens dalam L1 yang memblokir gerakan maju RNA polimerase, yang di perlukan dalam transposisi. Analisis genom yang menyertai penelitian ini menemukan sekuens sekuens L1 di dalam intron dari hampir 80% gen manusia yang di analisis. Ini menunjukan bahwa L1 tampaknya membantu meregulasi ekspresi gen. Para peneliti lain telah mengajukan bahwa retrotransposon L1 mungkin memilki efek diferensial terhadap ekspresi gen dalam neuron yang sedang berkembang , turut berperan menyebabkan keanekaragaman yang luar biasa dari tipe tipe sel neuron..

Walaupun banyak unsur transposabel mengodekan protein, protein protein ini tidak melaksanakan fungsi sel normal. Oleh karena itu unsur transposabel seringkali di golongkan ke dalam kategori DNA bukan pengode bersama dengan sekuens repetitif lainya.

Bagaimana Unsur Transposabel Turut Berperan Dalam Evolusi Genom



Dipertahankanya unsur transposabel sebagai bagian besar dari sebagian genom eukariota secara konsisten dengan gagasan bahwa unsur unsur tersebut berperan penting dalam membentuk genom dalam proses evolusi Unsur unsur ini dapat turut berperan dalam evolusi genom melalui sejumlah cara. Unsur transposabel mungkin mendorong rekombinasi, menyela gen gen selular atau unsur kontrol dan membawa keseluruhan gen atau ekson individual ke lokasi lokasi baru.
Unsur transposbel dari sekuens yang sama yang tersebar di seluruh genom memfasilitasi rekombinasi antara kromosom kromosom berbeda dengan cara menyediakan wilayah wilayah homolog untuk pindah silang. Sebagian besar perubahan semacam itu mungkin letal bagi organisme. Namun selama kelangsungan evolusi peristiwa rekombinasi macam ini terkadang menguntungkan bagi organisme.
Perpindahan unsur transposabel juga bisa memiliki akibat langsung. Misalnya jika sekuens  unsur transposabel melompat ke tengah tengah  sekuens pengode protein unsur itu akan mencegah produksi transkrip normal gen. Jika unsur transposabel menyisip ke sekuens peregulasi, transposisi mungkin menyebabkan peningkatan atau penurunan produksi satu jenis protein atau lebih. Transposisi menyebabkan kedua macam efek tersebut pada gen gen pengode enzim penyintesis pigmen dalam bulir bulir jagung. Lagi lagi meskipun perubahan semacam itu biasanya berbahaya, dalam jangka panjang sebagian diantaranya mungkin terbukti menguntungkan karena memberikan keunggulan dalam hal kesintasan.
Selama transposisi, unsur transposabel mungkin mengangkut sebuah gen atau sekelompok gen ke posisi yang baru dalam genom. Barangkali mekanisme inilah yang bertanggung jawab atas lokasi famili gen α globin dan β globin pada kromosom manusia yang berbeda beda, dan ketersebaran gen gen dari sejumlah famili gen lain. Melalui proses menyeret yang serupa ekson dari sebuah gen mungkin tersisipkan ke gen lain dalam mekanisme yang serupa dengan pengocokan ekson saat rekombinasi. Misalnya ekson mungkin disisipkan oleh transposisi ke dalam intron gen pengode protein.Jika ekson yang disisipkan tetap terdapat pada transkrip RNA selama penyuntingan RNA, protein yang disintesis akan mengandung sebuag domain tambahan yang mungkin memberikan fungsi baru pada protein.
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan cara lain bagi unsur transposabel untuk memunculkan sekuens pengode baru. Penelitian ini menunjukan bahwa unsur Alu mungkin melompat ke dalam intron dengan cara menciptakan situs penyuntinan alternatif lemah dalam transkrip RNA. Selama pemrosesan transkrip, situs situs penyuntingan yang biasa lebih sering digunakan, sehingga protein aslilah yang dibuat. Akan tetapi, terkadang penyuntingan terjadi pada situs baru yang lemah, sehingg unsur Alu akhirnya terdapat dlam mRNA, mengodekan bagian baru dari protein. Dengan cara ini kombinasi alternatif mungkin dapat ‘dicoba-coba’ sedangkan fungsi gen baru tetap di pertahankan

Jelaslah semua proses yang di bahas sering menghasilkan efek yang berbahaya, yang mungkin letal ataupun tidak berfek sama sekali. Pada sedikit kasus, perubahan sekecil apapun yang menguntungkan  mungkin terjadi. Selm beberapa generasi , keaneka ragaman genetik yang di hasilkan menyediakan bahan mentah yang berharga untuk seleksi alam. Diversifikasi gen dan produk produknya merupakan faktor penting dalam evolusi spesies baru. Dengan demikian, akumulasi perubahan dalam genom setipa spesies menyediakan catatan sejarah evolusidari spesies tersebut. Untuk membaca catatn ini kita harus mampu mengidentifikasi perubahan genom. Pembandingan genom dari spesies spesies yang berbeda memungkinkan untuk melakukan hal itu, dan meningkatkan pemahaman tentang bagaimana genom berevolusi.

Aplikasi Praktis Teknologi DNA Memengaruhi Kehidupan Kita Dalam Berbagai Cara




Teknologi DNA muncul hampir setiap hari dalam berita. Topik yang di bahas paling sering adalah aplikasi baru dan menjanjikan dalam bidang

Sabtu, 22 Juni 2013

FEROMON



Indera penciuman dan cecap pada manusia tidak terdapat pada organisme yang lebih rendah. Molekul molekul lingkungan bereaksi dengan resptor yang cocok, kemudian terjadilah alih informasi dan proses yang paling sederhana ini di sebut komunikasi kimia. Komunikasi seperti ini telah di kenal pada hampir seluruh spesies, namun pada beberapa spesies inskta pengkajian yang mendalam sebagian

Jumat, 21 Juni 2013

RNA BUKAN PENGODE MEMAINKAN PERANAN PENTING DALAM FUNGSI SELULAR



Ingatlah bahwa hanya 1,5% genom manusia dan presentase yang sama kecilnya pada genom banyak eukariota multiselular mengodekan protein. Dari genom yang tersisa, presentase yang sangat kecil terdiri atas gen gen pengode RNA yang kecil, misalnya RNA ribosom dan RNA transfer. Sampai belum lama ini, sebagian besar DNA di anggap tidak di transkripsikan

Kamis, 20 Juni 2013

PREDISPOSISI TURUNAN DAN FAKTOR FAKTOR LAIN yang TURUT BERPERAN MENYEBAKAN KANKER


Fakta bahwa perubahan perubahan genetik majemuk di butuhkan unuk menghasilkan sel kanker dapat membantu menjelaskan hasil pengamatan bahwa kanker dapar bersifat turun temurun. Individu yang mewarisi onkogen atau alel mutan dari gen supresor tumor selangkah lebih dekat dengan akumulasi mutasi mutasi yang di butuhkan agar kanker berkembang daripada individu individu sejenis tanpa mutasi mutasi semacam itu.
Para ahli genetika menabdikan sedemikian banyak usaha untuk mengidentifikasi alel alel kanker turunan sehingga predisposisi terhadap kanker kaner tertentu dapat di deteksi sedini mungkin. Sekitar 15% kankerkanker kolorektal misalnya, melibatkan mutasi mutasi turunan. Banyak di antara mutasi tersebut menyerang gen supresor tumor yang di sebut adenomatous polypopsi coli atau APC. Gen ini mempunyai fungsi majemuk dalam sel, termasuk regulasi migrasi dan adhesi sel. Bahkan pada pasien pasien yang tidak mempunyai riwayat penyakit tersebut dalam keluarga, gen APC termutasi pada 60% kasus kanker kanker kolorektal. Pada orang orang ini mutasi mutasi baru pasti terjadi pada kedua alel APC sebelum fungsi gen itu hilang. Karena hanya 15% kanker kanker kolorektal yang berkaitan dengan mutasi mutasi turunan yang telah di ketahui, para peneliti terus berusaha mengidentifikasi penanda penanda yang dapat memprediksiresiko menidap kanker jenis ini.
Ada bukti entang predisposisi turunan yang kuat pada 5-10% pasien kanker payudara. Ini merupakan tipe kanker paling umum nomor 2 di AS, menyerang lebih dari 180.000 wanita (dan juga pria) seripa tahun dan juga merenggut nyawa 40.000 setiap tahun. Mutasi mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2 di temukan pada setidaknya setengah kasus kanker payudara turunan (BRCA singkatan dari breast cancer). Wanita yang mewarisi satu alel BRCA1 mutan memiliki 60% kemungkinan mengidap kanker payudara sebelum menginjak usia 50, di bandingkan dengan hanya 2% kemingkinan pada individu yng homozigot alel normal. BRCA1 maupun BRCA2 di anggap sebagai gen supresor tumor karena alel wild type dari kedua grn tersebut melindungi dari kanker payudara dan alel alel mutan bersifat resesif. Tampaknya protein BRCA1 maupun BRCA2 berfungsi dalam jalur perbaikan DNA sel.
Karena patahan DNA dapat ikut berperan dalam menimbulkan kanker, masuk akal bahwa resiko kanker dapat di kurangi dengan cara meminimalkan pemaparan terhadap agen agen perusak DNA, misalnya radiasi UV dan zat kimia yang ada dalam asap rokok. Berbagai metode baru untuk di diagnosis dan penanganan dini kanker kanker spesifik sedang di kembangkan.Metode metode itu mengandalakan teknik teknik baru untuk menganalisis dan mungkin mengganggu ekspresi gen pada tumor.  

AGEN PENGINFEKSI SELAIN VIRUS



Meskipun sangat kecil dan sederhana, virus masih kalah sederhana dari 2 kelas patogen, yaitu viroid an prion. Viroid adalah molekul RNA melingkar panjangnya hanya beberapa ratus nukleotida yang menginfeksi tumbuhan. Viroid tidak mengodekan protein, namun dapat bereplikasi dalam sel sel timbuhan inang, tampaknya menggunakan enzim enzim sel inang.

Sabtu, 15 Juni 2013

REGULASI STRUKTUR KROMATIN BERPENGARUH TERHADAP REGULASI EKSPRESI GEN



Ingatlah bahwa DNA sel eukariotik dikemas bersama protein dalam kompleks rumit yang dikenal sebagai kromatin, dengan nukleosom sebagai satuan dasar. Organisasi struktural kromatin tidak hanya mengemas DNAmenjadi bentuk padat sehingga muat di dalam nukleus namun juga membantu meregulasi ekspresi gen dalam beberapa cara. Lokasi promoter gen terhadap nukleosom dan situs tempat DNA

Jumat, 14 Juni 2013

REGULASI EXPRESI GEN









PROGRAM EXPRESIGEN DIFFERENSIAL MEMUNCULKAN TIPE TIPE SEL BERBEDA DALAM ORGANISME MULTISELULAR

PROGRAM GENETIK PERKEMBANGAN EMBRIO
Sel embrio mengalami deferensiasi, struktur dan fungsi se lmenjadi terspesialisasi. Morfogenesis mencakup proses proses yang memberi bentuk organisme danberbagai bagian tubuhnya

APOPTOPSIS








Pada manusia dan mamalia lain, beberapaa jalur berbeda yang melibatkan sekitar 15 kaspase berbeda dapat melaksanakan apoptopsis. Jalur yang di gunakan bergantung pada tipe sel dan sinyal yang memicu apoptopsis. Salah satu jalur utama

Kamis, 13 Juni 2013

REGULASI GEN NEGATIF








Operon trp di sebut operon terepresikan karena transkripsinya biasanya menyala namun dapat di tekan (terepresi) ketika sebuah molekul spesifik yang kecil

KONSEP DASAR OPERON








E. Coli menyintesis asam amino triptofan dari molekul prekursor dalam jalur multi langkah. Setiap reaksi dalam jalur itu di katalisis oleh enzim spesifik, dan kelima gen yang mengodekan sub unit enzim enzim ini tergugus bersama pada kromosom bakteri.

Senin, 10 Juni 2013

CIRI STEM SEL



Karakteristik stem cell









Untuk dapat di golongkan sebagai stem cell, suatu sel harus memiliki sejumlah karateristik  antara lain : belum berdiferensiasi , mampu memperbanyak diri sendiri, dan dapat berdiferensiasi menjadi lebih dari 1 jenis sel.

Minggu, 09 Juni 2013

AIR DAN KEHIDUPAN



Mengingat ketergantungan semua kehidupan pada air, pencemaran sungai, danau, laut dan badan air lain nya di biosfer merupakan masalah lingkungan yang serius. Banyak ancaman terhadap kualitas air di akibatkan oleh aktifitas manusia. Misalnya pembakaran bahan bakar fosil. Praktik ini semaikin meningkat sejak revolusi industri pada tahun 180 an, melepasan senyawa senyawa gas ke atmosfer, termasuk banyak sekali CO2. Reaksi kimia antara senyawa senyawa ini dengan air mengubah keseimbangan rapuh kondisi kondisi pendukung kehidupan di bumi dengan cara memepengaruhi pH dan suhu air.





Pembakaran bahan bakar fosil adalah sumber utama sulfur dioksida dan dinitrogen oksida. Senyawa senyawa ini bereaksi dengan air di udara untuk membentuk asam kuat yang turun ke bumi bersama hujan atau salju. Presipitasi asam adalah sebutan untuk hujan, salju, kabut dengan pH yang lebih rendah dari 5,2

Jumat, 07 Juni 2013

POHON KEHIDUPAN







Perhatikan rangka sayap kelelawar, tungkai depan nya, walaupun teradaptasi untuk terbang, sebenarnya memiliki tulang, sendi, saraf dan pembuluh darah yang sama dengan yang di temukan pada tungkai mamalia lain. Bahkan, semua tungkai depan mamalia merupakan variasi anatomi dari satu arsitektur yang sama. Contoh kekerabatan semacam itu menghubungkan kesatuan dalam keaneka ragaman kehidupan dengan

Kamis, 06 Juni 2013

BIOLOGI SISTEM



Suatu sistem pada dasarnya merupakan kombinasi komponen yang berfungsi bersama sama. Ahli biologi dapat mempelajari suatu sistem pada tingkat manapun. Suatu sel daun dapat di anggap suatu sistem. Untuk

PADA SETIAP TINGKAT DALAM JENJANG BIOLOGIS MUNCUL SIFAT BARU



Sifat Emergen (sifat yang muncul)

Pada setiap tingkat dalam jenjang biologis muncul sifat sifat baru.Ilmu hayati membentang dari skala mikroskopik molekul dan sel yang menyusun organisme hingga skala global berupa keseluruhan planet bumi

EVOLUSI ADALAH TEMA INTI BIOLOGI



Evolusi adalah tema inti biologi satu gagasan yang memberikan makna pada semua pengetahuan kita mengenai organisme hidup. Kehidupan telah berevolusi di bumi selama miliaran tahun menghasilkan

ESSENSI BIOLOGI



BIOLOGI MERUPAKAN KUMPULAN MEGA KONSEP

Biologi adalah bidang yang memiliki cakupan yang luar biasa luas, dan siapa pun yang gemar mengikuti berita mengetahui bahwa pengetahuan biologi berkembang dengan kecepatan yang terus meningkat. Hanya

Sabtu, 25 Mei 2013

LYSOSOMES






Lysosomes are produce by golgi apparatus. They are spherical, small (0.2-0.5 µm) sacs covered by a single

Jumat, 24 Mei 2013

ENDOPLASMIC RETICULUM



The endoplasmic reticulum is a membranous system which is continuous with the outer nuclear membrane and scattered extensively in the cell. It forms an intra cellular transport system and a cytoplasmic skeleton. There are 2 distinct types of ER :

NUCLEUS













Eukaryotic cell have double membrane bounded except for mature mammalian erytrhocytes and phloem sieve tubes element. Prokaryotic cell do not have

Kamis, 23 Mei 2013

CELL WALL








In plants the plasma membrane is surrounded by a rigid cellulose cell wall which determine the shape of the cell, that protect  and support the plant cell. The cell wall have pits. These pits enable

PLASMA MEMBRANE








All cell are covered by a thin plasma membrane which separated the cell conten from the extra cellular environment. Eukaryotic cells have membrane bounded organelles. The plasma membrane and the organelle membrane have the same basic structure. In 1972, S.J. Singer and G.L. Nicolson proposed

ANIMAL AND PLANT CELL



Animal cell
An animal cell seen with a light microscope contains protoplasm surrounded by a thin plasma menbrane. Each cell has a relatively large central nucleus surrounded by cytoplasm. The nucleus contain coiled threads called chromatin, Chromatin contain DNA and protein called histones which together condense to form chromosomes during cell division. DNA carries genetic

AMAZING FACT





Can bacteria prevent the spread of malaria? Michigan State University researchers have shown that the bacteria Wolbachia can actually prevent the transmission of malaria to humans by protecting mosquitoes from the malaria parasite. The researchers developed a strain of mosquitoes that were infected with Wolbachia bacteria. These mosquitoes transmitted the bacteria to the entire mosquito population providing protection against the malaria parasite.
According to researcher Zhiyong Xi, "Our work is the first to demonstrate Wolbachia can be stably established in a key malaria vector, the mosquito species Anopheles stephensi, which opens the door to use Wolbachia for malaria control." Once the mosquitoes gain immunity to the malaria parasite, they do not transmit malaria to humans.
Learn more about this study:

Species Indigenous












Researchers have discovered two new spider species in an area in China known for its giant panda population. These miniature orb-weaving spiders are less than 2 mm in length and live in obscure places such as in caves, moss, and moist leaf litter. Due to their size, these eight-eyed creatures are among the least studied spiders of their kind.
The spiders were discovered in the Sichuan and Chongqing regions. Spiders from the Mysmenidae family, to which these newly discovered spiders belong, are thought to widely inhabit tropical and subtropical regions. The new species have a unique body shape that is characterized by an over-sized spherical body.
Learn more about this study:

Rabu, 22 Mei 2013

CELL



A cell is the basic unit of life. The modern cells theory states that :
All living organism are made up of one or more cells.
New cells are formed by the division  of pre existing cells.
Cells contain genetic material of an organism which is passed from parent to daughter cells.
All metabolic reaction take place with in cell.

A cell consists of protoplasm surrounded by plasma membrane. Some organism have a non living cell wall on outer most layer. Some organism are unicellular, they are made up of just one cell. Other organism are multicellular and consists of many cells. Cells is divided into 2 categories :
a.       Prokaryotic cells, (pro, before; karyon, nucleus) which include bacteria and archae have DNA enclosed by nucleus membrane and lack organelles bounded by a double membrane.
b.      Eukaryotic cells (eu, true) which include the protoctists, fungi animals and plants have chromosomes surrounded by well defined nuclear membranes.



Table the different of prokaryoict and eukaryotic


Prokaryotic
Eukaryotic
Examples are bacteria
Examples are plants

Average diameter of cell 0,5-5 µm
Average diameter of cell 10- 100 µm

Genetic materials is circular double strand of DNA not surrounded by double membrane nuclear envelope.
Most DNA are associated with histone protein to form chromosomes. Chromoshomes are surrounded by double membrane nuclear envelope . Circular DNA are present in mithocondrion and choloroplast.

Some bacteria have small circular DNA called plasmid
Plasmid are absent.


Few organelles. No double membrane bound organelle such as mitochondrion and chloroplast.
Many organelle . Presence of double membrane organelle such as nucleus, mitochondrion and choolroplast in plant and algae

 No mitosis or meiosis
No spindle formation, just binary division
Mitosis, meiosis or both can occur. There is spindle formation.

Ribosomes are smaller, 70 Svedberg. ribosomes occur as free particles in cytoplasma
Ribosomes are larger, 80 Svedberg. Ribosomes occur as free particle or are bounded to endoplasmic reticulum

Rigid cell walls containing murein (peptidoglycan)
Cell walls of plants and algae contain cellulose, fungi contain chitin and animal cells have no cell walls.

Mesosomes in bacteria and plasma membrane of cyanobacteria contain respiratory enzym. No mithocondrion
There are no mesosomes . Mitochondria function as sites for cellular respiration  to produce ATP

Some prokaryotic are photoautrotophs. Photosinthetic membranes not staked into grana. No chloroplast

Chloroplast containing  grana
Flagella, if present, contain flagellin and lack of microtubules.
Flagella, if present have a “9 + 2” formula arrangement of microtubules

Some prokaryotic cells have enzym that can fix atmospheric nitrogen for use in amino acid synthesis
Eukaryotic cells do not contain enzym that can fix atmospheric nitrogen


PROTEIN


Proteins are organic macro molecule found in all living organism. They are polymers formed form condensation of amino acids joined by peptide linkings and have the molecular weight of the chain that exceeds 10 000. Proteins contain the elements carbon, hydrogen, oxygen and nitrogen. Many protein also contain sulphur and phosphorus.


AMINO ACIDS


An amino acid contains a basic amino group (-NH2) an acidic carboxyl group (-COOH) a hydrogen atom and a R group are covalently linked to the same carbon atom. The R group varies in different amino acids . There are 20 amino acid which occur naturally in the protein of living organism. The various combinations of different amino acid produce a various protein. The amino acid act as buffer which help maintenance  the environment of body internal fliud because protein are amphoteric molecules. Each amino acid has its own specific pH at which it will exist in zwitterion form. The isoelectric point of amino acid is the pH that cause this electrical neutrality. Essential amino acid are amino acid that cannot be synthesised in the body and which must be included in the diet. Non essential amino acid can be synthesised from other amino acid in the body provide there is adequte total dietery proteins. 


PEPTIDES AND POLYPEPTIDES


The amino acid group is joined to the carboxyl group of other amino acid by a peptide bond ina condensation reaction to form a dipeptide. The bond linking the two amino acids is called peptide bond. Succesive condensation of amino acid form a polypeptide chain. The proces called polymerisation. A protein molecule consist of one or more polypeptides.


CLASSIFICATION OF PROTEINS


Some common methods used to group proteins are based on:

Levels of organisation – Primary, secondary, tertiary, and quarternary  structures.
Structures – fibrous and globular proteins.
Composition – simple and conjugated protein
Functions – structural, catalysis, signals, movement, defense and storage.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About Biology

Flag Counter