English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 20 Juni 2013

AGEN PENGINFEKSI SELAIN VIRUS



Meskipun sangat kecil dan sederhana, virus masih kalah sederhana dari 2 kelas patogen, yaitu viroid an prion. Viroid adalah molekul RNA melingkar panjangnya hanya beberapa ratus nukleotida yang menginfeksi tumbuhan. Viroid tidak mengodekan protein, namun dapat bereplikasi dalam sel sel timbuhan inang, tampaknya menggunakan enzim enzim sel inang.
Molekul molekul RNA kecil ini tampaknya menyebabkan kesalahan pada sistem regulasi yang mengontrol pertumbuhan tumbuhan dan tanda tanda khas penyakit viroid adalah perkembangan abnormal dan pertumbuhan yang terhambat. Salah satu penyakit viroid yang di sebut cadang cadang telah membunuh lebih dari 10 juta pohon kelapa di filipina.
Salah satu pelajaran yang penting dari viroid adalah bahwa sebuah molekul tunggal bisa menjadi agen penginfeksi yang menyebabkan penyakit. Namun viroid merupakan asam nukleat yang kemampuan replikasinya telah di ketahui dengan baik. Yang lebih mengejutkan adalah bukti keberadaan protein penginfeksi, di sebut prion yang tampaknya menyebabkan sejumlah penyakit otak degeneratif pada berbagai spesies hewan. Penyakit penyakit ini seperti scrapie pada domba, penyakit sapi gila dan penyakit creutzfeldt jacob pada manusia . Prion kemungkinan besar di tularkan melalui makanan. Kuru, satu lagi penyakit manusia yang di sebabkan oleh prion, diidentifikasi pada awal 1900an di antara suku asli fore selatan, di papua nugini. Sebuah epidemi kuru memuncak di tempt ini pada tahun 1960 an membingungkan para ilmuwan yang awalnya mengira penyakit itu berbasis genetik. Akan tetapi penelitian antropologi akhirnya menemukan bagaimana penyakit itu tersebar, yaitu dengan ritual kanibalisme yang masih kental di anggota anggota suku fore selatan.
Dua ciri prion amat mengkhawatirkan. Pertama prion bekerja sangat lambat, dengan periode inkubasi setidaknya 10 tahun sebeluam gejala berkembang. Periode inkubasi yang panjang menyebabaan sumber infeksi baru bisa diidentifikasi lama setelah kasus pertama muncul, sehingga lebih banyak infeksi terjadi. Kedua, tampaknya prion tidak bisa di hancurkan. Prion tidak hancur atau terdeaktivasi oleh pemanasan dengan temperatur yang biasa di gunakan untuk memasak. Sejauh ini, tidak ada cara untuk menyembuhkan penyakit yang di sebabkan oleh prion. Dan satu satunya harapan untuk mengembangkan pengobatan yang efektif terletak pada pemahaman tentang pross infeksi prion.
Bagaimanakah sebuah protein yang tidak dapat mereplikasi diri sendiri menjadi patogen yang dapat menular. Berdasarkan model yang berlaku saat ini prion merupakan bentuk yang salah dari penggulungan protein yang dalam kondisi normal terdapat dalam sel otak. Ketika prion memasuki sel yang mengandung bentuk normal protein, entah bagaimana prion menginduksi molekul protein normal menjadi prion yang salah menggulung. Sejumlah prion lalu beragregrasi membemtuk kompleks yang dapat memnginduksi protein lain menjadi prion, sehingga agregrasi ini mengganggu fungsi fungsi sel normal dan menimbulkan gejala gejala penyakit.  

0 komentar :

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About Biology

Flag Counter