English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Senin, 10 Juni 2013

CIRI STEM SEL



Karakteristik stem cell









Untuk dapat di golongkan sebagai stem cell, suatu sel harus memiliki sejumlah karateristik  antara lain : belum berdiferensiasi , mampu memperbanyak diri sendiri, dan dapat berdiferensiasi menjadi lebih dari 1 jenis sel.


Belum berdiferensiasi

Stem cell merupakan sel yang belum memiliki bentuk dan fungsi yang spesifik layaknya se lainya pada organ tubuh. Sel otot jantung (kardiomiosit) neuron dan sel β pankreas adalah jenis jenis sel tubuh tubuh yang telah memiliki bentuk dan fungsi yang spesifik. Sel sel tersebut secar jelas menjalankan fungsi dari organ yang di bentuk nya. Bentuk sel otot jantung menyokong fungsinya untuk berdenyut. Neuro otak juga memiliki bentuk yang memungkinkan menghantarkan impuls impuls saraf, sedangkan sel β pankreas terdapat dalam struktur jaringan yang di sebut sebagai pulau langerhans pada pankreas., yang berfungsi memproduksi hormon insulin.
Berbeda dengan ketiganya stem cell ada;ah sel yang belum memiliki fungsi khusus seperti berdenyut menghantarkan impuls, menghasikan hormon ataupun fungsi lain nya. Bukti ilmiah bahkan menunjukan bahwa populasi stem cell dalam suatu jaringan matur tampak sebagai populasi sel inaktif yang fungsinya baru terlihat dalam waktu dan kondisi tertentu.

Mampu memperbanyak diri sendiri

Stem cell dapat melakukan replikasi dan menghasilkan sel sel yang berkarkteristik yang sama dengan sel induknya. Kemampuan memperbanyak diri dan menghasilkan sel sel yang sama seperti induknya ini tidak di miliki oleh sel sel tubuh lainya seperti sel jantung, sel otak, ataupun sel pankreas. Itulah sebabnya apabila jaringan dalam organ organ tersebut mengalami kerusakan maka umumnya kerusakan tersebut bersifat ireversibel.
Populasi stem cell dalam tubuh terjaga dengan kemampuaanya memperbanyak diri sendiri. Kemampuan ini dapat dilkukan berulang kali, bahwa diduga tidak terbatas, selain itu kemampuan ini juga di pertahankan dalam jangka waktu yang relatif  lama.
Hingga saat ini, peneliti masih berupaya mencari faktor absolut yang mampu mengendalikan prolifersi stem cell tanpa adanya proses diferensiasi. Sejumlah penemuan dalam hal induksi pluripotensi sel somatis menjadi stem cell, telah memberi titik terang tentang peranan beberapa faktor transkripsi yang terkait dengan hal ini. Walaupun demikian, peran penting faktor-faktor tersebut masih terus diperdebatan. Apabila faktor absolut penentu potensi memperbanyak diri berhasil ditemukan, maka peneliti dan ahli medis dapat dengan mudah memperbanyak stok  stem cell untuk digunakan sebagai bahan utama terapi transplantasi cell dan riset medis terkait. Selain itu, faktor ini juga dianggap penting untuk mempertahankan populasi stem cell dalam tubuh (stem cell niche), jaringan tubuh.

Dapat berdiferensiasi menjadi > 1 jenis sel (multipoten/pluripoten)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, stem cell adalah sel yang belum memiliki bentuk dan fungsi yang spesifik (undifferentied). Keberadaan stem cell sebagai sel yang belum berdiferensiasi ternyata dimaksudkan untuk menjaga kontinuitas regenerasi populasi sel yang menyusun jaringan dan organ tubuh. Hal ini dapat dilakukan dengan kemampuan stem cell untuk berdifensiasi menjadi sel-sel tubuh yang di butuhkan.
Kemampuan stem cell dalam berdiferensiasi juga dinilai lebih istimewa di bandingkan sel-sel lain yang jauh lebih matur, karena stem cell mampu berdifensiasi menjadi >1 jenis sel tubuh. Hal ini berarti stem cell bersifat multipoten atau  pluripoten bergantung pada jenis dari stem cell itu sendiri
Stem cell bersifat pluripoten bila mampu berdiferensiasi menjadi sel tubuh apapun, yaitu yang berasal dari ketiga lapisan embrional (ektoderm, mesoderm, endoderm), dan stem cell bersifat multipoten bila hanya mampu berdiferensiasi menjadi beberapa jenis sel, yang biasanya berada dalam suatu golongan serupa, seperti sel-sel sistem hematopoietik, ataupun sistem saraf .
Proses diferensiasi stem cell diduga di sebabkan oleh faktor internal maupun faktor eksternal sel. Faktor internal sel mencakup faktor genetik dan epigenetik, sedangkan faktor eksternal sel mencakup kondisi lingkungan sekitar sel, faktor pertumbuhan (growth factor), ataupun bergantung pada kebutuhan jaringan/organ tubuh itu sendiri. Hingga saat ini, faktor-faktor yang menentukan terjadinya diferensiasi dari stem cell terus diteliti.

0 komentar :

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About Biology

Flag Counter