English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 17 Mei 2013

SUSU KEDELAI



SUSU KEDELAI dan PEMANFAATAN SEBAGAI NUTRASETIKAL

Susu kedelai atau juga di kenal dengan susu kacang bukanlah minuman asing bagi kita. Minuman ini banyak di jajakan di terminal bus, stasiun kereta, rumah makan di pinggir jalan, hingga restoran berbintang lima di seluruh belahan dunia. Bila kita berjalan jalan ke supermarket, susu kedelai dengan mudah di temui dalam berbagai merk dagang dan kemasan botol maupun kotak karton.

Sangat di sayangkan bila hingga saat ini susu kedelai hanya di gunakan untuk pelepas dahaga. Padahal, nilai gizi susu kedelai tidak kalah dengan susu sapi. Ketika harga susu sapi melambung tinggi, banyak orang lebih memilih untuk menghentikan konsumsi susu dari pada menggantinya dengan susu alternatif seperti susu kedelai.

Minum susu harus di jadikan sebuah kebiasaan. Setidaknya dalam sehari kita harus mengonsumsi segelas (200 ml) susu. Susu kedelai dapat menjadi solusi bagi mereka yang tidak dapat mengonsumsi susu sapi dengan berbagai alasan, seperti alergi, lactose intolerance, atau karena faktor ekonomi.Susu kedelai juga dapat menjadi variasi pengganti susu sapi untuk menghindari kejenuhan.

BUKAN MINUMAN BIASA
Susu kedelai merupakan minuman bergizi tinggi yang pada mulanya di kembangkan di Cina. Minuman ini sudah di kenal pada abad ke 2 M. Dari Cina, susu kedelai kemudian berkembang ke Jepang. Setelah perang dunia ke II, susu kedelai mulai populer di Asia Tenggara. Di Indonesia , susu kedelai di jual secara tradisional. Belakangan ini, susu kedelai mulai beredar susu kedelai dengan kemasan ritel modern.
Di lihat dari nilai gizinya, susu kedelai tidak kalah dengan susu sapi. Karena itu, susu kedelai dapat di gunakan sebagai pengganti susu sapi. Konsumsi 2 gelas susu kedelai sudah dapat memenuhi 30% dai kebutuhan protein orang dewasa setiap harinya. Dalam 100 gram susu kedelai cair terkandung protein sebanyak 3,5 gram sedangkan pada susu sapi hanya 3,2 gram.
Mutu protein susu kedelai pun tidak kalah dari susu sapi. Mutu protein susu kedelai dalam bentuk makanan tunggal adalah 80% dari mutu protein susu sapu. Hal tersebut dapat terlihat dari nilai PER (protein eficiency ratio) susu kedelai yang tidak jauh berbeda dengan susu sapi.
Nilai PER susu kedelai 2,3 , sedangkan susu sapi 2,5. Nilai PER 2,3 artinya dari setiap gram protein yang di konsumsi akan menghasilkan pertambahan berat badan sebanyak 2,3 gram pada kondisi percobaan baku (biasanya di lakukan dengan hewan percobaan). Nilai PER yang semakin tinggi menunjukan mutu protein yang semakin baik.

Tabel Komposisi Nilai Gizi Susu Kedelai dan Susu Sapi per 100 g


KOMPONEN GIZI
SUSU KEDELAI
SUSU SAPI
Energi (kkal)
41
61
Protein (g)
3,5
3,2
Lemak (g)
2,5
3,5
Karbohidrat (g)
5
4,3
Kalsium (mg)
50
143
Fosfor (mg)
45
60
Besi (mg)
0,7
1,7
Vitamin A (SI)
200
130
Vitamin B1 (mg)
0,08
0,03
Vitamin C (mg)
2,0
1,0
Air (g)
87
88,3
Sumber: DIREKTORAT GIZI DEPKES (2009)
Komposisi asam asam amino esensial di dalam susu kedelai pun hampir lengkap dan serasi. Di bandingkan dengan susu sapi, komposisi asam amino dalam protein susu kedelai hanya kurang dalam metionin dan sistein.Keunggulan utama dari susu kedelai adalah asam amino lisin yang tinggi. Dengan demikian susu kedelai daoat di gunakan untuk meningkatkan nilai gizi orotein dan makanan serealia lainya.
TIDAK MEMBUAT GEMUK
Susu kedelai baik untuk mereka yang ingin berdiet, tetapi tetap memasok kebutuhan protein dalam jumlah yang cukup. Salah satu kelebihan susu kedelai di bandingkan dengan susu sapi adalah kandungan lemaknya yang rendah. Lemak pada susu kedelai tidak dapat menyebabkan kegemukan karena sebagian besar berada dalam bentuk asam lemak terdehidrogenisasi. Sementara itu, lemak pada susu sapi adalah lemak dalam bentuk asam lemak jenuh yang berpotensi menyebebkan obesitas. Meskipun susu kedelai mengandung karbohirrat yang cukup baik, hanya 12-14% yang mampu du cerna oleh tubuh manusia. Karbihidratnya rediri dari golongan oligosakarida dan golongan polisakarida. Golongan oligosakarida terdiri dari stakiosa dan raffinosa yang larut dalam air. Sementara itu, golongan polisakarida terdiri dari erabinogalaktan dan bahan bahan selulosa yang tidal larut dalam air, serta tidak dapat di cerna. Secara umum susu kedelai mempunyai kandungan vitamin yang baik, terutama A dan B kompleks, kecuali vitamin B12.

ISOFLAVON REDUKSI KOLESTEROL
Kelebihan lain dari susu kedelai di banding susu sapi adalah kandungan isflavonnya, salah satu komponen flavonoid penting dalam susu kedelai. Berdasar penelitian Jayagopul (2002) fitoestrogen dapat mengubah resistensi insulin, kontrol glikemik dan serum lipoprotein pada wanita menopause dan penderita diabetes melitus tipe 2. Kehadiran isoflavon di abntu vitamin E yang juga banyak terdapat pada kedelai, menguatkan posisinya sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas yang menyebabkan penyakit degeneratif. Isoflavon mereduksi LDL (low density lipoprotein) dan meningkatkan HDl (high density lipoprotein) (Potter, 1996).
Studi yang di publikasikan dalam Journal of The American College of Nutrition menunjukan isofalvon kedelai sangat baik untuk mengatur tekanan darah dan kolesterol. Reduksi LDL juga di bantu kndungan zat gizi lain yaitu PUFA ( asam lemak tak jenuh ganda) niasin dan vitamin E. Studi yang di publikasikan pada jurnal Endocrinology menunjukan bahwa kandungan genistein pada susu kedelai bermanfaat untuk membantu tubuh dari penumpukan lemak.

0 komentar :

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

About Biology

Flag Counter